by

9 Syarat Menjadi Seorang Front-end Developer Website Profesional

Perusahaan besar mana yang tidak memiliki website saat ini? Rasa-rasanya sudah jarang sekali. Inilah kesempatan Anda untuk segera membuka jasa website kalau punya keahlian. Nah, salah satu yang wajib dimiliki seorang web-development adalah kemampuan untuk menguasai ilmunya para front-end developer. Apa saja yang harus dipelajari?

  1. Belajar HTML atau CSS

HTML merupakan bahasa markup yang paling sederhana dan bisa diaplikasikan untuk membuat halaman website. Sedangkan CSS itu bahasa pemrograman yang dibuat untuk merepresentasikan file HTML. Dengan adanya CSS, Anda tidak perlu lagi mengubah-ubah tampilan suatu halaman karena sudah otomatis mengikuti path yang ada.

  1. Mempelajari Framework CSS dan JavaScript

Dalam suatu bangunan website, kebutuhan akan CSS dan JavaScript sangatlah besar. Ketika sudah menguasai kedua skill tersebut, sisanya tinggal mengikuti apa yang dibutuhkan seorang front-end developer. Framework sendiri merupakan koleksi file JavaScript dan CSS. Beberapa framework yang terkenal antara lain Bootstrap dan AngularJS.

  1. Mempelajari JavaScript

Pada tampilan website yang kekinian, hampir semuanya menggunakan JavaScript. Sebab, fungsi dari JavaScript ini untuk memaksimalkan tampilan game, video, audio, dan lain-lain. Alhasil, halaman website jadi lebih interaktif ketimbang hanya menggunakan CSS dan HTML saja. Memang perlu waktu lebih untuk menguasai skill ini. Tapi hasilnya sepadan.

  1. Akrab dengan Penggunaan Preprocessor CSS

Fungsi dari preprocessor ini untuk menyederhanakan proses pembuatan CSS. Alhasil, waktu yang dibutuhkan jadi lebih singkat. Anda juga bisa mengubah kode secara cepat tanpa harus bolak-balik memeriksa kode yang sudah ditulis. Seorang front-end developer profesional selalu punya cara untuk menyederhanakan setiap tugasnya saat membangun halaman website.

  1. Bisa Mendesain Halaman yang Responsif

Skill ini sangat penting dimiliki sebelum membuka jasa website. Baik di situs website Anda sendiri maupun via marketplace khusus freelancer. Halaman yang responsif bisa menyesuaikan perangkat yang digunakan oleh pembaca. Sebab tidak semua pembaca menggunakan PC untuk mengakses halaman website Anda.

  1. Minimalisir Revisi dengan Git

Pasti sangat melelahkan ketika sudah menulis kode HTML, CSS atau JavaScript sedemikian panjang. Kemudian ketika dites, halaman website tidak bekerja dengan baik. Stres pun bertandang. Dengan adanya Git, Anda tidak perlu lagi stres gara-gara hal tersebut. Bahkan ketika Anda sedang membuat suatu project baru dengan kriteria sama, tak perlu lagi mengulang dari awal.

  1. Akrab dengan Tools untuk Developer Browser

Berhubung Anda bekerja untuk “tampilan halaman website”, maka perlu tools ini. Sebab, setiap pembaca itu menggunakan browser yang berbeda-beda ketika menyambangi suatu website. Nah, cara browser mengenali kode yang Anda tulis adalah PR besar untuk setiap developer. Jadi, sebaiknya maksimalkan website agar tampilannya sama biarpun diakses menggunakan browser yang berbeda.

  1. Bisa Melakukan Testing

Seorang front-end developer profesional selalu bisa mengenali sekaligus menangkap bug pada suatu website. Tugas selanjutnya adalah menghilangkan bug tersebut. Salah satu caranya dengan melakukan functional testing dan unit testing. Untuk mempermudah urusan, Anda bisa gunakan program dari Mocha ataupun Jasmine.

  1. Belajar Membangun dan Otomatisasi Performa Website

Otomatisasi adalah tahap akhir dalam membangun website. Belum banyak yang berhasil mencapai tingkatan ini. Tak heran jika permintaan terhadap front-end developer profesional begitu tinggi. Sedangkan SDM di Indonesia masih cukup minim.

Jasa website saat ini memiliki prospek yang sangat cerah untuk tahun ini hingga tahun-tahun mendatang. Tidak hanya skill di atas yang perlu Anda pelajari. Sebisa mungkin rajin-rajin update informasi agar kreativitas Anda semakin terasah. Sebab, di masa depan hanya diisi oleh orang-orang kreatif. Bukan orang yang hanya bisa mengerjakan pekerjaan berulang.

News Feed