Jenis Pewarna Tekstil Alami dan Buatan, Contoh serta Bahannya

Gaya Hidup204 views

Jenis pewarna tekstil terdiri dari dua macam, yaitu jenis pewarna alami dan buatan (sintetis). Pewarnaan bahan tekstil bertujuan untuk menghias produk kerajinan tekstil agar tampak menarik. Jika produk itu akan dijual, pewarnaan tekstil berguna agar kerajinan itu diminati pembeli dan laku di pasaran. Kerajinan tekstil sendiri adalah bahan yang berasal dari serat, diolah menjadi benang, kemudian dirajut atau ditenun menjadi kain. Biasanya, ia digunakan untuk pembuatan busana atau berbagai produk kerajinan tekstil lainnya.

Salah satu kerajinan tekstil populer dan menjadi kebanggan bangsa Indonesia adalah produk kain batik yang sudah punya pasar internasional di mancanegara. Selanjutnya, pembuatan kerajinan tekstil harus menyesuaikan dengan bahan-bahannya dan jenis bahan pewarna tekstil. Ragam jenis bahan tekstil dapat diketahui melalui perbedaan benang dan permukaan teksturnya. Benang yang berasal dari alam dan bahan buatan tentunya memiliki karakteristik yang berbeda pula.

Jenis-jenis Bahan Tekstil

  • Katun terbuat dari kapas, memiliki sifat menyerap air, mudah kusut, lentur, dan dapat disetrika dalam temperatur panas tinggi.
  • Wol terbuat dari bulu domba, memiliki sifat sangat lentur, tidak mudah kusut, dapat menahan panas, dan apabila dipanaskan menjadi lebih lunak.
  • Sutra terbuat dari kepompong ulat sutra, memiliki sifat lembut, licin, mengkilap, lentur, dan kuat. Bahan sutra banyak menyerap air dan memiliki rasa sejuk apabila digunakan.
  • Bahan sintetis atau buatan berasal dari polyester dan nilon yang memiliki sifat tidak tahan panas, tidak mudah kusut, tidak perlu disetrika, kuat, dan jika dicuci cepat kering.

Jenis-jenis Pewarna Tekstil Alami dan Buatan

Pewarna alami tekstil berasal dari ekstrak akar-akaran, daun, buah, kulit kayu, dan kayu, sedangkan pewarna buatan terbuat dari bahan kimia.

a. Kunyit (Curcuma Domestica)

Kunyit merupakan pewarna alami yang menghasilkan warna kuning. Proses pembuatannya dengan cara diparut, kemudian diperas untuk menghasilkan cairan berwarna kuning.

b. Kayu Tinggi (Saga)

Kayu tinggi menghasilkan warna merah dan hitam. Caranya adalah dengan mengolah kulit kayu dan getahnya.

c. Kesumba

Kesumba menghasilkan warna merah atau kuning dengan cara mengolah bijinya.